JAMBI, FIKIRANRAJAT.ID – Di tengah hamparan perkebunan sawit yang kini menguasai sebagian besar kawasan Bukit Kausar, suara masyarakat adat kembali menggema. Puluhan tahun setelah kawasan tersebut berkembang menjadi salah satu sentra perkebunan, sebagian masyarakat di Desa Rantau Benar dan wilayah sekitarnya masih menyimpan pertanyaan yang belum terjawab: ke mana hak-hak mereka sebagai pewaris tanah adat yang diwariskan turun-temurun oleh para leluhur?
Pertanyaan itu kembali menguat setelah sejumlah tokoh masyarakat adat menyampaikan aspirasi dan keberatan mereka melalui berbagai forum serta media sosial. Mereka menilai sejarah penguasaan tanah ulayat, hak masyarakat adat, dan realisasi kemitraan perkebunan perlu dibuka secara terang kepada publik.
Salah satu pejuang yang aktif menyuarakan persoalan tersebut adalah Muhammad Darmawan wakil ketua kelompok tani Doa Berkah Jaya Bersama Desa Rantau Benar, kelompok masyarakat adat yang selama ini memperjuangkan pengakuan hak-hak komunitas mereka. Mereka berharap pemerintah, perusahaan, dan seluruh pihak terkait membuka ruang dialog yang adil serta melakukan verifikasi menyeluruh terhadap sejarah penguasaan kawasan Bukit Kausar.
“Kami masyarakat Desa Rantau Benar menuntut kejelasan realisasi fasilitas pembangunan kebun masyarakat yang sudah kami ajukan sejak 2021
kelompok tani sudah siap, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut.
Kami meminta hak kami hutan adat kami kebun leluhur kami yang digarab dengan jamji akan diberikan peganti
Kami meminta kepastian kapan hak kami diberikan?.” Ungkapnya
Bagi masyarakat adat, persoalan ini bukan sekadar tentang kebun sawit atau nilai ekonomi lahan. Ini adalah soal identitas, sejarah, dan hubungan mereka dengan tanah yang diyakini telah menjadi bagian dari kehidupan leluhur mereka jauh sebelum perkebunan hadir.
Kini masyarakat tidak hanya menuntut kejelasan status hak, tetapi juga mempertanyakan sejauh mana pelaksanaan kewajiban kemitraan dan manfaat pembangunan yang seharusnya dapat dirasakan oleh warga sekitar.
Di tengah berbagai klaim dan kepentingan yang saling berhadapan, satu hal yang terus ditagih masyarakat adalah keadilan.
Redaksi 1626
🪶 http://fikiranrajat.id























Discussion about this post