• Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
Fikiran Ra’jat
No Result
View All Result
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional

    Ke Mana Hasil Sewa Aset SRDP Singkut Disetorkan Pardi Saleh? H. Hendra Bungkam Soal Sewa 10 Tahun!

    Kabid Aset Ikhsan “Kabur” Saat Dikonfirmasi, Plt Kaban BPKAD Maria Susanti Ketahuan “Simpan Rahasia” di Balik Sertifikat No. 8 Pemkab Sarolangun

    Mengupas Jalur PRONA Eks Aset SRDP Singkut, Sertifikat Atas Nama Narimo & Sukardi Beralih ke Asra’i Tepat di Sebelah Aset Pemda

    Bupati Hurmin Harus Bersikap! Plt BPKAD “Lempar Handuk” Soal Aset SRDP Singkut, Padahal Sertifikat BPN Jelas Atas Nama Pemkab Sarolangun

    Majelis Hakim PN Cibinong Diduga Kuat Berpihak pada Pelaku Mafia Tanah

    Desak Ketegasan Kejati Jambi: Jangan Tebang Pilih, Kerahkan Intelijen Usut Tuntas Skandal Aset Singkut!

    Dinamika Pembangunan dan Catatan Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Sarolangun dari Masa ke Masa

    Kerawanan Karhutla di Pauh Sarolangun: Warga Keluhkan Ketidaksiapan Posko, Kepala BPBD Bungkam Saat Dikonfirmasi

    Menata Ulang Tata Kelola Peradilan: Memperkuat Peran Komisi Yudisial demi Keadilan Sempurna bagi Rakyat Indonesia

    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional

    Ke Mana Hasil Sewa Aset SRDP Singkut Disetorkan Pardi Saleh? H. Hendra Bungkam Soal Sewa 10 Tahun!

    Kabid Aset Ikhsan “Kabur” Saat Dikonfirmasi, Plt Kaban BPKAD Maria Susanti Ketahuan “Simpan Rahasia” di Balik Sertifikat No. 8 Pemkab Sarolangun

    Mengupas Jalur PRONA Eks Aset SRDP Singkut, Sertifikat Atas Nama Narimo & Sukardi Beralih ke Asra’i Tepat di Sebelah Aset Pemda

    Bupati Hurmin Harus Bersikap! Plt BPKAD “Lempar Handuk” Soal Aset SRDP Singkut, Padahal Sertifikat BPN Jelas Atas Nama Pemkab Sarolangun

    Majelis Hakim PN Cibinong Diduga Kuat Berpihak pada Pelaku Mafia Tanah

    Desak Ketegasan Kejati Jambi: Jangan Tebang Pilih, Kerahkan Intelijen Usut Tuntas Skandal Aset Singkut!

    Dinamika Pembangunan dan Catatan Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Sarolangun dari Masa ke Masa

    Kerawanan Karhutla di Pauh Sarolangun: Warga Keluhkan Ketidaksiapan Posko, Kepala BPBD Bungkam Saat Dikonfirmasi

    Menata Ulang Tata Kelola Peradilan: Memperkuat Peran Komisi Yudisial demi Keadilan Sempurna bagi Rakyat Indonesia

    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
Morning News
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah

Home » KETIKA PBB MENGAKU TELAH MEMBUKA PINTU, DUNIA BERTANYA: PINTU MENUJU APA?

KETIKA PBB MENGAKU TELAH MEMBUKA PINTU, DUNIA BERTANYA: PINTU MENUJU APA?

by Admin
01.06.2026
in Mancanegara, Politik
0

Membedah Pact for the Future – Episode 2

FIKIRANRAJAT.ID – “Kita telah membuka pintunya. Sekarang menjadi tanggung jawab bersama kita untuk melangkah melewatinya.”

Baca juga

ASET DISITA, PABRIK DIDUGA BEROPERASI HAMPIR 10 BULAN: ASINTEL KHUSAINI BELUM MENJAWAB KONFIRMASI FikiranRajat.id

POKIR DPRD KOTA JAMBI: 92 PAKET RP17,45 MILIAR, LALU SIAPA YANG MENGAWASI PARA PENGAWAS?

EMPAT PIMPINAN DPRD KOTA JAMBI KUASAI RP15,37 MILIAR POKIR: 85 PAKET, 38% PAGU DPUPR

UPDATE TERKINI 25 AGUSTUS 2026: AKSES SP3 MENUJU SP6 DITUTUP, RAKYAT MEMILIH BERTINDAK

Kalimat itu diucapkan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres setelah negara-negara anggota menyepakati Pact for the Future dalam KTT Masa Depan PBB tahun 2024.

 

Bagi sebagian orang, kalimat tersebut terdengar sebagai ungkapan optimisme. Sebuah ajakan untuk bersama-sama menghadapi tantangan masa depan dunia.

 

Namun bagi sebagian lainnya, kalimat itu memunculkan pertanyaan yang jauh lebih mendasar.

 

Pintu menuju apa yang sebenarnya telah dibuka?

 

Apakah itu pintu menuju dunia yang lebih damai, lebih adil, dan lebih sejahtera?

 

Ataukah pintu menuju sebuah era baru di mana tata kelola global akan memainkan peran yang semakin besar dalam kehidupan negara-negara di dunia?

 

Pertanyaan itu layak diajukan, terutama ketika dunia sedang mengalami perubahan yang begitu cepat.

 

 

Dunia Lama Dinilai Tak Lagi Cukup

Dalam Bab V Pact for the Future, Perserikatan Bangsa-Bangsa menggunakan istilah yang cukup menarik perhatian:

 

“Transforming Global Governance” atau Transformasi Tata Kelola Global.

 

Menurut PBB, sistem internasional yang dibangun pasca Perang Dunia II memang telah membawa banyak kemajuan.

 

Konflik besar antarnegara dapat ditekan. Kerja sama internasional berkembang. Kemiskinan global menurun di banyak wilayah.

 

Namun dunia saat ini tidak lagi sama seperti tahun 1945.

 

Ancaman yang dihadapi umat manusia kini jauh lebih kompleks.

 

Perubahan iklim tidak mengenal batas negara.

 

Pandemi dapat menyebar ke seluruh dunia hanya dalam hitungan minggu.

 

Serangan siber dapat melumpuhkan sistem vital tanpa satu peluru pun ditembakkan.

 

Kecerdasan buatan berkembang lebih cepat dibanding kemampuan banyak negara membuat regulasi.

 

Dalam pandangan PBB, tantangan-tantangan seperti ini tidak dapat diselesaikan oleh satu negara sendirian.

 

Karena itulah muncul dorongan untuk memperkuat kerja sama global.

 

 

Global Governance: Istilah yang Mengundang Perdebatan

Di balik istilah yang terdengar teknis itu, tersimpan sebuah perdebatan besar.

 

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Global Governance?

 

Secara sederhana, istilah tersebut merujuk pada berbagai mekanisme kerja sama internasional yang digunakan negara-negara untuk mengelola persoalan bersama.

 

Pendukung konsep ini berpendapat bahwa dunia membutuhkan koordinasi yang lebih kuat untuk menghadapi masalah global.

 

Mereka meyakini bahwa tidak ada satu negara pun yang mampu menghadapi perubahan iklim, pandemi, keamanan digital, maupun ketidakstabilan ekonomi global secara sendirian.

 

Namun tidak semua pihak melihatnya dengan sudut pandang yang sama.

 

Sebagian kalangan mengingatkan bahwa semakin besar pengaruh lembaga internasional, semakin penting pula menjaga kedaulatan negara.

 

Pertanyaan yang muncul bukan soal perlunya kerja sama.

 

Melainkan siapa yang akan menentukan arah kerja sama tersebut.

 

Dan siapa yang memiliki pengaruh terbesar dalam proses pengambilan keputusan global.

 

 

Sejarah Selalu Berubah Setelah Krisis Besar

Jika menengok ke belakang, hampir semua perubahan besar tata kelola dunia lahir setelah krisis besar.

 

Perang Dunia I melahirkan Liga Bangsa-Bangsa.

 

Perang Dunia II melahirkan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 

Krisis ekonomi dan kemiskinan global melahirkan berbagai agenda pembangunan internasional.

 

Kini dunia kembali berada di tengah berbagai krisis yang terjadi secara bersamaan.

 

Krisis iklim.

 

Krisis pangan.

 

Ketidakpastian geopolitik.

 

Persaingan teknologi.

 

Dan munculnya kecerdasan buatan yang diperkirakan akan mengubah hampir seluruh sektor kehidupan manusia.

 

Dalam konteks itulah Pact for the Future lahir.

 

Bukan sebagai jawaban atas semua persoalan.

 

Tetapi sebagai upaya membangun kerangka kerja baru menghadapi masa depan.

 

 

Antara Kerja Sama dan Kemandirian Bangsa

Bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, muncul pertanyaan yang sangat penting.

 

Bagaimana memanfaatkan manfaat kerja sama internasional tanpa kehilangan kemampuan menentukan arah pembangunan nasional?

 

Pertanyaan ini bukan bentuk penolakan terhadap kerja sama global.

 

Sebaliknya, justru menjadi pengingat bahwa setiap negara memiliki kepentingan, budaya, kondisi sosial, dan prioritas pembangunan yang berbeda.

 

Kerja sama internasional dapat menjadi peluang.

 

Namun kemandirian dalam menentukan kebijakan tetap menjadi fondasi utama sebuah negara berdaulat.

 

Pintu Itu Sudah Dibuka

Kalimat António Guterres mungkin memang tidak dimaksudkan sebagai pesan yang misterius.

 

Namun kalimat itu mengandung satu kenyataan yang sulit dibantah.

 

Dunia sedang berubah.

 

Dan perubahan itu sedang dibahas, dirancang, serta dinegosiasikan dalam berbagai forum internasional.

 

Pertanyaannya bukan lagi apakah perubahan itu akan datang.

 

Melainkan apakah masyarakat memahami arah perubahan tersebut ketika pintu itu mulai terbuka.

 

Karena sejarah menunjukkan, mereka yang memahami perubahan lebih awal biasanya memiliki kesempatan lebih besar untuk menentukan masa depannya sendiri.

 

Catatan FikiranRajat

Pact for the Future bukanlah dokumen yang menghapus kedaulatan negara.

Namun dokumen ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju bentuk koordinasi internasional yang lebih erat dibanding sebelumnya.

Karena itu publik perlu membaca, memahami, dan mengkritisinya secara cerdas.

Bukan dengan ketakutan.

Bukan pula dengan penerimaan tanpa pertanyaan.

Tetapi dengan pengetahuan.

Sebab masa depan tidak hanya ditentukan oleh mereka yang duduk di ruang sidang internasional, melainkan juga oleh masyarakat yang memahami apa yang sedang diputuskan atas nama masa depan dunia.

 

EPISODE 3

GLOBAL DIGITAL COMPACT

Jika Data Adalah Minyak Baru Dunia, Siapa yang Akan Mengendalikan Sumurnya?

 

Dalam episode berikutnya, FikiranRajat.id akan membedah dokumen Global Digital Compact, lampiran resmi Pact for the Future yang berbicara tentang internet, data digital, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan masa depan teknologi global yang akan memengaruhi kehidupan miliaran manusia di abad ke-21.

 

(Bersambung)

Tags: #GeopolitikAgenda 2030António GuterresDiplomasi InternasionalfikiranrajatGlobal GovernancePact for the FuturePBBPolitik MancanegaraTata Kelola Global
ShareTweetSendScan

Artikel lainnya

Berita

Dinamika Pembangunan dan Catatan Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Sarolangun dari Masa ke Masa

17.10.2026
Berita

Aktivis Soroti Ijazah Wapres: Konstitusi Jangan Tunduk pada Kekuasaan

14.10.2026
Berita

Bukan Sekadar Retorika! Raja Mohammed VI Tawarkan Solusi Nyata bagi Tantangan Global

13.10.2026
Berita

Dokumen PLN Ungkap Tiang Listrik Dam Siambang Terkendala Kawasan Hutan, Cek Endra Kini Kawal Perizinan LISDES 2026: Bagaimana Nasib Proyek Lama?

12.10.2026
Berita

HM the King Delivers Speech to Parliament at Opening of 1st Session of 1st Legislative Year of 12th Legislature

11.10.2026
Berita

Petisioner HAM PBB 2025 Desak Dugaan Penggelapan Kapal Rp30 Miliar, Pemerasan Rp75 Juta dan Dugaan Perlindungan Pejabat Diusut Tuntas sampai ke Akar-Akarnya

30.09.2026
Next Post

Meluruskan Benang Kusut Peristiwa Sragen: Hak Jawab TNI dan Esensi Komunikasi Konstruktif dalam Hukum Negara

Ketika Hukum Kehilangan Wibawa: Catatan Kritis atas Arah Penegakan Hukum di Jambi

Visi Besar Seorang Revolusioner : Revolusi Putih (Gerakan Susu dan Gizi) Menuju Makan Bergizi Gratis (MBG)

JUNI: BULAN BUNG KARNO, BULAN PANCASILA, DAN WARISAN API YANG TAK BOLEH PADAM

JIKA DATA ADALAH MINYAK BARU DUNIA, SIAPA YANG AKAN MENGENDALIKAN SUMURNYA?

Discussion about this post

Juni 2026
SSRKJSM
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930 
« Mei   Jul »
  • Bang Cobra: Oknum ASN Pendukung Romantis Jangan Balas Dendam atas Kekalahan di PSU Gorontalo Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hamzah Sidik Soroti Aleg BK DPRD Gorontalo Utara yang Sebar Isu Mangkir 6 Bulan: “Kalau Tak Bisa Dibuktikan, Itu Hoaks”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Premanisme di Balik Meja Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun: Jurnalis Metro7 Dianiaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi Menggila di Disnakertrans Sarolangun: Ratusan Juta Raib, Bendahara Akui untuk “Kepentingan Pribadi”!  

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guncang Sarolangun “Plt Kasubbag Umum” Gasak Gaji Sejumlah PNS dengan Dalih “Jasa Pengurusan'”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Fikiran Ra’jat

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan

No Result
View All Result
  • Berita
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah