SAROLANGUN — Sejak resmi dibentuk pada tahun 1999 melalui pemekaran dari Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun terus mengalami dinamika kepemimpinan. Masing-masing bupati definitif membawa visi, program pembangunan, hingga pencapaian makro daerah. Namun, di samping capaian fisik dan administratif, aspek tata kelola keuangan daerah, pengawasan proyek infrastruktur, serta akuntabilitas anggaran juga menjadi perhatian krusial publik dan lembaga pemeriksa.
M. Madel hingga HBA: Peletakan Fondasi Otonomi dan Pemerataan Akses
Pada awal berdirinya kabupaten, Drs. H. Muhammad Madel (Penjabat 1999–2001, Definitif 2001–2005) meletakkan struktur dasar birokrasi, tatanan kelembagaan daerah, serta rancangan tata ruang awal untuk menopang kemandirian otonomi baru.
Kepemimpinan dilanjutkan oleh Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M. (HBA) (2006–2010), yang memenangi Pilkada langsung pertama. Fokus utamanya tertuju pada pembukaan isolasi antar-kecamatan melalui percepatan infrastruktur jalan, perbaikan sarana sosial-keagamaan, dan penanganan kemiskinan di tingkat akar rumput, sebelum akhirnya beliau terpilih sebagai Gubernur Jambi pada 2010.
Era Cek Endra: Pembangunan Infrastruktur dan Sorotan Pengawasan Keuangan
Masa jabatan dilanjutkan oleh Drs. H. Cek Endra (2010–2011, 2011–2016, dan 2017–2022). Sebagai bupati dengan masa bakti terlama, kepemimpinannya ditandai dengan penataan fasilitas publik, kawasan terpadu perkotaan, pengembangan sektor perkebunan, hingga gerakan keagamaan daerah.
Meski demikian, periode kepemimpinannya juga diwarnai sorotan kritis publik dan catatan pemeriksaan audit terkait efektivitas tata kelola anggarannya, antara lain:
▪️ Tindak Lanjut Temuan BPK RI: Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Jambi mencatat sejumlah temuan kelebihan pembayaran atau kekurangan volume pekerjaan infrastruktur (seperti pada 13 paket kegiatan tahun 2019 dan proyek jembatan Sungai Paku) yang menuntut pengembalian kerugian daerah secara menyeluruh.
▪️ Tata Kelola Izin Pertambangan: Terkait izin usaha pertambangan (IUP) batubara, publik menyuarakan pentingnya penegakan hukum dan kejelasan tanggung jawab administratif atas penerbitan izin-izin investasi di masa lalu.
▪️ Evaluasi Proyek Industri Lokal: Rencana dan pelaksanaan fisik proyek pengolahan hasil pertanian (seperti pabrik ubi) menjadi pelajaran penting dalam perencanaan investasi daerah agar kepastian pasar dan kesiapan sarana berjalan selaras sebelum produksi petani bergulir.
Kepemimpinan Hurmin–Gerry: Akselerasi Program dan Tantangan Akuntabilitas Pos Bencana
Sejak dilantik untuk periode 2025–2030, H. Hurmin, S.E. berpasangan dengan Wakil Bupati Gerry Trisatwika mengusung visi “Sarolangun MAJU”. Di awal masa jabatannya, pemerintah daerah memaparkan capaian 13 program unggulan—termasuk beasiswa perguruan tinggi dan pemerataan infrastruktur hingga kawasan Batang Asai—serta raihan sejumlah penghargaan kinerja makro.
Namun, di tengah akselerasi program pembangunan tersebut, tuntutan terhadap transparansi dan tata kelola kas daerah tetap menjadi ujian penting bagi pemerintahan saat ini:
▪️ Integritas Pengadaan Proyek Infrastruktur: Munculnya sorotan publik terhadap pengerjaan infrastruktur pedesaan (seperti proyek jembatan Sungai Gemuruh, Singkut) menegaskan perlunya pengawasan ketat agar pengerjaan fisik terbebas dari pengerjaan fiktif maupun penguasaan oleh pihak tertentu.
▪️ Pengelolaan Dana Bencana dan Kas Daerah: Tata kelola pencairan dana bantuan penanganan bencana (seperti dana Karhutla Banpres di BPKAD/Kasda) serta pengelolaan dana taktis tanggap darurat APBD memerlukan akuntabilitas dan penyaluran tepat waktu agar ketahanan fiskal daerah dalam merespons bencana tetap terjaga secara akurat.
Catatan Redaksi & Perspektif:
Penilaian terhadap rekam jejak kepemimpinan daerah melibatkan berbagai dimensi yang kompleks. Di satu sisi, pencapaian fisik dan penghargaan makro menjadi indikator kemajuan daerah; di sisi lain, catatan LHP BPK serta aduan pengawasan anggaran merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih (clean governance) dan akuntabel.[red]





















Discussion about this post