• Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
Fikiran Ra’jat
No Result
View All Result
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional

    Petisioner HAM PBB 2025 Desak Dugaan Penggelapan Kapal Rp30 Miliar, Pemerasan Rp75 Juta dan Dugaan Perlindungan Pejabat Diusut Tuntas sampai ke Akar-Akarnya

    HP di Tangan Sahrul, Cicilan Atas Nama Warga: Sejumlah Korban Mengaku Dikejar Tagihan

    Gelombang Perlawanan Masyarakat Adat Tanah Moi: Jeritan Keadilan di Bawah Bayang-Bayang Perampasan Tanah

    Lawan Budaya “Pingpong” Birokrasi, Wilson Lalengke Resmi Laporkan Kapolda Sumsel Shandi Nugraha ke Divpropam Mabes Polri

    Perempuan Ukraina Wajib Militer dan Proyek Diplomasi Manis: Pernyataan Elena Semerikova dan Apresiasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia

    Anomali Polda Sumsel: Raih Juara 1 Kompolnas Award Saat Kapoldanya Dilaporkan ke Propam

    Kedok Polisario Terbongkar: Bantuan Kemanusiaan Dirampok, Persisma Desak Pengungsi Dipulangkan ke Sahara Maroko

    Pembelaan Hukum Eks Sekwan DPR Papua: Uji Fakta, Kewenangan, dan Independensi Penegakan Hukum

    Dr. Fachrul Razi, MIP: Ini 7 Poin Tuntutan Rakyat Aceh Dalam Revisi UUPA

    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional

    Petisioner HAM PBB 2025 Desak Dugaan Penggelapan Kapal Rp30 Miliar, Pemerasan Rp75 Juta dan Dugaan Perlindungan Pejabat Diusut Tuntas sampai ke Akar-Akarnya

    HP di Tangan Sahrul, Cicilan Atas Nama Warga: Sejumlah Korban Mengaku Dikejar Tagihan

    Gelombang Perlawanan Masyarakat Adat Tanah Moi: Jeritan Keadilan di Bawah Bayang-Bayang Perampasan Tanah

    Lawan Budaya “Pingpong” Birokrasi, Wilson Lalengke Resmi Laporkan Kapolda Sumsel Shandi Nugraha ke Divpropam Mabes Polri

    Perempuan Ukraina Wajib Militer dan Proyek Diplomasi Manis: Pernyataan Elena Semerikova dan Apresiasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia

    Anomali Polda Sumsel: Raih Juara 1 Kompolnas Award Saat Kapoldanya Dilaporkan ke Propam

    Kedok Polisario Terbongkar: Bantuan Kemanusiaan Dirampok, Persisma Desak Pengungsi Dipulangkan ke Sahara Maroko

    Pembelaan Hukum Eks Sekwan DPR Papua: Uji Fakta, Kewenangan, dan Independensi Penegakan Hukum

    Dr. Fachrul Razi, MIP: Ini 7 Poin Tuntutan Rakyat Aceh Dalam Revisi UUPA

    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
Morning News
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah

Home » Ketika Kita Memilih Diam, Narkoba Memilih Menguasai Negeri

Ketika Kita Memilih Diam, Narkoba Memilih Menguasai Negeri

by Admin
30.06.2026
in Daerah, Hukrim, Nasional, Opini, Politik, Sejarah
0

TAJUK REDAKSI | Lima ratus tiga puluh enam butir ekstasi. Angka itu bukan sekadar barang bukti. Ia adalah simbol bahwa racun telah menemukan jalan masuk ke ruang-ruang yang seharusnya menjadi benteng negara. Ketika seorang aparatur negara diduga ikut terseret dalam pusaran peredaran narkotika, yang runtuh bukan hanya nama seseorang, tetapi kepercayaan publik terhadap institusi yang dibangun dengan uang dan harapan rakyat.

 

Baca juga

MAKLUMAT PELAYANAN DIINJAK-INJAK: Ketika Ilmu dan Jabatan Kehilangan Moral, PPK Satker P2JK Jambi Mengamuk dan Tebar Ancaman

PPK Satker P2JK Jambi Coreng Pelayanan Publik: Dihadapan Kepala Satker, Lontarkan Ancaman Blacklist, Undangan Tanpa Tanda Tangan, Kontrak Rp4,9 Miliar Gagal Total

SKANDAL BTM TAQWA SINGKUT: KREDIT FIKTIF, SERTIFIKAT WARGA DISANDERA, HINGGA ALIRAN DANA JUMAWAT KE DPO

MISTERI ASET PASAR TERNAK PELAWAN: LEBIH DARI SATU DEKADE MATI SURI, KINI STATUS LAHAN DIPERTANYAKAN

Namun, lebih berbahaya daripada narkotika adalah matinya kepedulian.

 

Bangsa tidak pernah runtuh hanya karena korupsi. Negara tidak hancur hanya karena narkoba. Peradaban musnah ketika orang-orang baik memilih diam, ketika masyarakat menganggap kerusakan sebagai sesuatu yang biasa, dan ketika para pemimpin lebih sibuk menjaga citra daripada menyelamatkan masa depan.

 

Hari ini, rakyat menyaksikan korupsi yang terus berulang. Penyalahgunaan kekuasaan seolah menjadi berita harian. Penegakan hukum dipertanyakan. Narkotika menyusup ke lingkungan yang mestinya menjadi teladan. Pertanyaannya sederhana: siapa yang masih menjaga negeri ini?

 

Jika energi para pemimpin lebih banyak dihabiskan untuk politik pencitraan, perebutan pengaruh, atau sekadar membangun hubungan transaksional dengan aparat melalui berbagai fasilitas dan hibah, sementara persoalan kemiskinan, pendidikan, moral generasi muda, dan narkotika berkembang tanpa kendali, maka yang sedang dibangun bukan masa depan, melainkan jalan menuju kemunduran.

 

Filsuf Yunani Plato pernah mengingatkan:

 

 “The price good men pay for indifference to public affairs is to be ruled by evil men.”

“Harga yang harus dibayar oleh orang-orang baik karena tidak peduli pada urusan publik adalah dipimpin oleh orang-orang yang buruk.”

 

Pesan itu melintasi ribuan tahun dan tetap relevan hingga hari ini.

 

Sejarah juga memberikan pelajaran yang sama. Kekaisaran Romawi, yang pernah menguasai hampir separuh dunia, perlahan runtuh bukan hanya karena serangan dari luar, tetapi karena korupsi, kemerosotan moral, lemahnya penegakan hukum, dan hilangnya rasa memiliki terhadap negara. Peradaban besar Maya pun lenyap ketika krisis sosial, politik, dan lingkungan tidak lagi dihadapi dengan kebersamaan.

 

Bangsa Indonesia sendiri lahir bukan karena rakyat saling membenci, melainkan karena mereka saling peduli. Para pendiri bangsa mengorbankan harta, tenaga, bahkan nyawa, agar negeri ini berdiri. Mereka tidak bertanya, “Apa untungnya bagiku?” Mereka bertanya, “Apa yang bisa kulakukan untuk Indonesia?”

 

Kini pertanyaan itu kembali kepada kita.

 

Apakah kita akan menjadi generasi yang membiarkan narkoba merusak anak-anak kita?

Apakah kita akan diam melihat korupsi menggerogoti uang rakyat?

Apakah kita akan terus menormalisasi ketidakadilan hanya karena merasa itu bukan urusan kita?

 

Jangan pernah lupa, negara bukan hanya milik presiden, gubernur, bupati, polisi, jaksa, hakim, atau pejabat. Negara ini adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Menjaganya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi kewajiban moral setiap warga negara.

 

Kejahatan tumbuh ketika kepedulian mati.

Korupsi berkembang ketika masyarakat menyerah.

Narkotika berjaya ketika lingkungan memilih diam.

 

Sudah saatnya rakyat berhenti menjadi penonton. Kepedulian harus dihidupkan kembali, keberanian menyuarakan kebenaran harus dipulihkan, dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Sebab jika kita semua memilih diam hari ini, jangan salahkan sejarah apabila kelak anak cucu bertanya:

 

“Di mana kalian ketika negeri ini perlahan kehilangan arah?”

 

Karena sesungguhnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi oleh seberapa besar rakyatnya masih peduli.

🪶 http://fikiranrajat.id

Tags: Generasi MudaIndonesiaJambiKepedulian PublikKorupsiKrisis IntegritasMoral BangsaNarkotikaPenegakan HukumTajuk Redaksi
ShareTweetSendScan

Artikel lainnya

Berita

HP di Tangan Sahrul, Cicilan Atas Nama Warga: Sejumlah Korban Mengaku Dikejar Tagihan

30.09.2026
Berita

Gelombang Perlawanan Masyarakat Adat Tanah Moi: Jeritan Keadilan di Bawah Bayang-Bayang Perampasan Tanah

29.09.2026
Berita

Lawan Budaya “Pingpong” Birokrasi, Wilson Lalengke Resmi Laporkan Kapolda Sumsel Shandi Nugraha ke Divpropam Mabes Polri

27.09.2026
Berita

Perempuan Ukraina Wajib Militer dan Proyek Diplomasi Manis: Pernyataan Elena Semerikova dan Apresiasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia

27.09.2026
Berita

Anomali Polda Sumsel: Raih Juara 1 Kompolnas Award Saat Kapoldanya Dilaporkan ke Propam

27.09.2026
Berita

Kedok Polisario Terbongkar: Bantuan Kemanusiaan Dirampok, Persisma Desak Pengungsi Dipulangkan ke Sahara Maroko

27.09.2026
Next Post

Marak Dugaan Peredaran Obat Daftar G, Hari Bhayangkara ke-80 di Palopo Akan Diwarnai Aksi Demokrasi IPMAPA

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

EX DIREKTUR CV JAYA TAMBANG ABADI BAKAL LAPOR POLISI, DUGAAN PEMALSUAN DOKUMEN BERPOTENSI BONGKAR RANTAI PASOK MATERIAL PROYEK TOL JAMBI–TEMPINO

SURAT TERBUKA UNTUK JAKSA AGUNG RI: Membongkar Misteri "Proyek Hantu" dan Lumpuhnya Penegakan Hukum di Muaro Jambi

"Proyek Hantu" di Muaro Jambi: Jalan Simpang Wong Kito yang Tak Pernah Ada dan Akrobat Hukum Kejari

Discussion about this post

Juni 2026
SSRKJSM
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930 
« Mei   Jul »
  • Bang Cobra: Oknum ASN Pendukung Romantis Jangan Balas Dendam atas Kekalahan di PSU Gorontalo Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hamzah Sidik Soroti Aleg BK DPRD Gorontalo Utara yang Sebar Isu Mangkir 6 Bulan: “Kalau Tak Bisa Dibuktikan, Itu Hoaks”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Premanisme di Balik Meja Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun: Jurnalis Metro7 Dianiaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi Menggila di Disnakertrans Sarolangun: Ratusan Juta Raib, Bendahara Akui untuk “Kepentingan Pribadi”!  

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guncang Sarolangun “Plt Kasubbag Umum” Gasak Gaji Sejumlah PNS dengan Dalih “Jasa Pengurusan'”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Fikiran Ra’jat

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan

No Result
View All Result
  • Berita
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah