JAMBI, FIKIRANRAJAT.ID – Perjuangan masyarakat Desa Rantau Benar, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, untuk memperoleh kejelasan terkait pembangunan kebun masyarakat dan realisasi plasma hingga kini belum berakhir.
Setelah bertahun-tahun menyampaikan aspirasi, masyarakat mengaku masih menunggu kepastian atas berbagai tuntutan yang mereka perjuangkan. Bukan hanya masyarakat yang bersuara, redaksi FikiranRajat.id juga telah menempuh berbagai jalur komunikasi untuk memperoleh penjelasan dari pihak-pihak terkait.
Dokumen yang diperoleh redaksi menunjukkan bahwa surat konfirmasi resmi telah dikirim pada April 2026 kepada sejumlah pihak, termasuk manajemen PTPN IV Regional 4, PT Bukit Kausar, ATR/BPN Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan Kanwil BPN provinsi jambi
Namun hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum menerima jawaban maupun klarifikasi tertulis dari pihak yang dikonfirmasi.
Di tengah belum adanya respons tersebut, masyarakat kembali menyuarakan tuntutan mereka.
Muhammad Darmawan, Wakil Ketua Kelompok Tani Doa Berkah Jaya Bersama Desa Rantau Benar, mengatakan bahwa usulan fasilitasi pembangunan kebun masyarakat telah diajukan sejak tahun 2021.
Menurutnya, kelompok tani telah mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi dan kelembagaan sebagai syarat pengajuan, namun hingga saat ini belum memperoleh kepastian tindak lanjut.
“Kami masyarakat Desa Rantau Benar menuntut kejelasan realisasi fasilitasi pembangunan kebun masyarakat yang sudah kami ajukan sejak 2021. Kelompok tani sudah siap, tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut,” ujar Darmawan kepada FikiranRajat.id.
Kelompok tani meminta penjelasan terkait tiga hal utama:
1. Penyebab keterlambatan realisasi fasilitasi pembangunan kebun masyarakat;
2. Jadwal pasti pelaksanaan atau realisasi program;
3. Keterlibatan masyarakat dalam monitoring dan pengawasan fasilitasi pembangunan kebun masyarakat yang dikaitkan dengan kewajiban kemitraan perkebunan.
Masyarakat juga berharap adanya jawaban tertulis dari pihak terkait paling lambat satu minggu setelah aspirasi tersebut dipublikasikan.
Surat Konfirmasi hingga Surat Bernuansa Moral
Selain surat konfirmasi resmi, redaksi FikiranRajat.id juga mengirimkan surat terbuka bernuansa moral kepada Regional Head PTPN IV Regional 4.
Surat tersebut memuat catatan mengenai perjalanan panjang aspirasi masyarakat, harapan penyelesaian secara adil, serta ajakan untuk membuka ruang dialog yang lebih konstruktif.
Langkah itu ditempuh setelah berbagai upaya komunikasi yang dilakukan belum menghasilkan penjelasan resmi yang dapat menjawab pertanyaan masyarakat.
Bagi warga Rantau Benar, persoalan yang mereka perjuangkan bukan sekadar urusan administrasi atau ekonomi semata. Mereka menilai persoalan tersebut berkaitan dengan sejarah, hubungan masyarakat dengan wilayah yang mereka yakini memiliki nilai adat, serta harapan terhadap masa depan generasi berikutnya.
Publik Menunggu
Hingga saat ini, masyarakat mengaku masih menunggu jawaban atas berbagai pertanyaan yang mereka sampaikan.
Mereka berharap pihak perusahaan, pemerintah daerah, instansi pertanahan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan yang telah berlangsung lama tidak terus menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
FikiranRajat.id tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip keberimbangan, akurasi, dan etika jurnalistik.
(Tim Investigasi/FikiranRajat.id)























Discussion about this post