• Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
Fikiran Ra’jat
No Result
View All Result
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional

    Bupati Hurmin Harus Bersikap! Plt BPKAD “Lempar Handuk” Soal Aset SRDP Singkut, Padahal Sertifikat BPN Jelas Atas Nama Pemkab Sarolangun

    Majelis Hakim PN Cibinong Diduga Kuat Berpihak pada Pelaku Mafia Tanah

    Desak Ketegasan Kejati Jambi: Jangan Tebang Pilih, Kerahkan Intelijen Usut Tuntas Skandal Aset Singkut!

    Dinamika Pembangunan dan Catatan Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Sarolangun dari Masa ke Masa

    Kerawanan Karhutla di Pauh Sarolangun: Warga Keluhkan Ketidaksiapan Posko, Kepala BPBD Bungkam Saat Dikonfirmasi

    Menata Ulang Tata Kelola Peradilan: Memperkuat Peran Komisi Yudisial demi Keadilan Sempurna bagi Rakyat Indonesia

    Tirai Gelap di Ruang Sidang PN Cibinong: Ketika Majelis Hakim Menjadi Benteng Pembungkaman Pers

    Drama Aset SRDP Singkut, Kabid Aset Sarolangun Diduga “Kucing-Kucingan” Saat Hendak Dikonfirmasi Media

    20% Dana Desa 2025 untuk BUMDes Dipertanyakan, Pokja Wartawan KBB Minta Kejelasan

    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional

    Bupati Hurmin Harus Bersikap! Plt BPKAD “Lempar Handuk” Soal Aset SRDP Singkut, Padahal Sertifikat BPN Jelas Atas Nama Pemkab Sarolangun

    Majelis Hakim PN Cibinong Diduga Kuat Berpihak pada Pelaku Mafia Tanah

    Desak Ketegasan Kejati Jambi: Jangan Tebang Pilih, Kerahkan Intelijen Usut Tuntas Skandal Aset Singkut!

    Dinamika Pembangunan dan Catatan Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Sarolangun dari Masa ke Masa

    Kerawanan Karhutla di Pauh Sarolangun: Warga Keluhkan Ketidaksiapan Posko, Kepala BPBD Bungkam Saat Dikonfirmasi

    Menata Ulang Tata Kelola Peradilan: Memperkuat Peran Komisi Yudisial demi Keadilan Sempurna bagi Rakyat Indonesia

    Tirai Gelap di Ruang Sidang PN Cibinong: Ketika Majelis Hakim Menjadi Benteng Pembungkaman Pers

    Drama Aset SRDP Singkut, Kabid Aset Sarolangun Diduga “Kucing-Kucingan” Saat Hendak Dikonfirmasi Media

    20% Dana Desa 2025 untuk BUMDes Dipertanyakan, Pokja Wartawan KBB Minta Kejelasan

    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
Morning News
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah

Home » Sinyal Kuat dari Kopenhagen: Dukungan Denmark Memperkokoh Kedaulatan Maroko

Sinyal Kuat dari Kopenhagen: Dukungan Denmark Memperkokoh Kedaulatan Maroko

by Admin
12.09.2026
in Berita, Mancanegara, Nasional
0

Kopenhagen, Denmark – Dukungan internasional terhadap rencana otonomi Sahara Maroko kembali mendapatkan dorongan diplomatik yang signifikan. Denmark secara resmi memberikan pujian dan dukungan terhadap inisiatif tersebut sebagai dasar yang kokoh dan kredibel untuk mencapai solusi yang disepakati bersama oleh semua pihak terkait persoalan Sahara Maroko.

 

Baca juga

Bupati Hurmin Harus Bersikap! Plt BPKAD “Lempar Handuk” Soal Aset SRDP Singkut, Padahal Sertifikat BPN Jelas Atas Nama Pemkab Sarolangun

Majelis Hakim PN Cibinong Diduga Kuat Berpihak pada Pelaku Mafia Tanah

Desak Ketegasan Kejati Jambi: Jangan Tebang Pilih, Kerahkan Intelijen Usut Tuntas Skandal Aset Singkut!

Dinamika Pembangunan dan Catatan Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Sarolangun dari Masa ke Masa

Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, dalam keterangan persnya seusai bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Kerjasama Afrika, dan Warga Maroko di Luar Negeri, Nasser Bourita, di Kopenhagen, Sabtu, 5 September 2026. Rasmussen menegaskan bahwa posisi Denmark sejalan dengan pandangan Uni Eropa, khususnya dalam menyambut baik pengadopsian Resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) Nomor 2797.

 

Lebih lanjut, ia menyoroti proposisi otonomi Maroko sebagai langkah yang luar biasa, serius, dan memberikan kontribusi esensial bagi proses perdamaian yang dipimpin oleh PBB. Sebagai anggota DK PBB, sikap Denmark memperkuat momentum global di bawah kepemimpinan Raja Maroko, Yang Mulia King Mohammed VI dalam menegaskan kedaulatan Maroko atas wilayah Sahara.

 

Apresiasi dari Indonesia-Morocco Sahara Brotherhood

 

Perkembangan diplomasi ini mendapat sambutan hangat dari Indonesia. Wilson Lalengke, Presiden Indonesia-Morocco Sahara Brotherhood (Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko – Persisma), memberikan apresiasi tinggi atas komitmen Maroko dan negara-negara sahabat dalam menciptakan dunia yang aman, damai, dan harmonis.

 

Tokoh pers nasional Indonesia itu menyatakan bahwa dukungan Denmark terhadap rencana otonomi Maroko merupakan bukti nyata bahwa pendekatan dialogis berbasis saling menghormati adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan sengketa teritorial yang sensitif. Menurutnya, inisiatif Maroko memberikan teladan nyata bagaimana sebuah negara dapat menjaga kedaulatan teritorialnya sekaligus menawarkan solusi politik yang inklusif bagi integritas wilayah dan kesejahteraan masyarakat di wilayah terkait.

 

Ia juga menambahkan bahwa Persisma terus berkomitmen untuk mendukung setiap langkah diplomasi damai yang memperkuat hubungan persahabatan antar-bangsa. “Langkah-langkah strategis yang diambil Maroko bersama para mitranya di panggung internasional, seperti Denmark dan PBB, adalah pijakan penting untuk merealisasikan perdamaian yang berkelanjutan, tidak hanya di kawasan Afrika Utara, tetapi juga sebagai inspirasi bagi penyelesaian konflik serupa di belahan dunia lainnya,” ungkap Wilson Lalengke dari Jakarta, Minggu, 6 September 2026.

 

Aktivis HAM internasional itu juga menambahkan bahwa posisi Denmark memperkuat keyakinan bahwa perdamaian sejati lahir dari kesediaan untuk memahami dan menghormati perbedaan. Ia menggarisbawahi bahwa Indonesia, melalui Persisma, terus mendukung setiap langkah yang mengarah pada penyelesaian damai atas wilayah yang berstatus sengketa, termasuk Sahara Maroko.

 

“Upaya Maroko dan Denmark menunjukkan bahwa diplomasi yang berlandaskan kejujuran dan saling menghormati dapat menjadi fondasi bagi perdamaian global. Dunia membutuhkan lebih banyak contoh seperti ini, di mana kekuatan moral dan intelektual mengalahkan ambisi politik sempit,” ujar Wilson Lalengke.

 

Dukungan Denmark yang kian memperkokoh legitimasi internasional atas Sahara Maroko menandai babak baru dalam pencarian solusi permanen. Keberhasilan diplomasi ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap prinsip-pragmatis, dialog konstruktif, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara adalah pilar utama dalam membangun persaudaraan antarbangsa serta menciptakan stabilitas global yang hakiki.

 

Perspektif Filosofis: Jalan Tengah Menuju Keadilan

 

Dalam pandangan filosofis, penyelesaian sengketa teritorial seperti Sahara Maroko menuntut pendekatan yang menggabungkan keadilan, kebijaksanaan, dan empati. Filsuf Yunani Aristoteles (384-322 SM) pernah menulis bahwa keadilan bukan sekadar memberi setiap orang apa yang menjadi haknya, tetapi juga menempatkan setiap pihak dalam posisi yang memungkinkan tercapainya harmoni sosial.

 

Sementara Konfusius (551-479 SM) mengajarkan bahwa perdamaian yang langgeng hanya dapat dicapai bila manusia mampu menahan diri dari keserakahan dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Prinsip ini tercermin dalam langkah Maroko yang menawarkan otonomi luas bagi wilayah Sahara, tanpa mengorbankan integritas nasionalnya.

 

Dalam konteks modern, gagasan ini sejalan dengan nilai-nilai multikulturalisme dan dialog antarperadaban yang menjadi ciri khas dunia kontemporer. Ketika negara-negara memilih jalan diplomasi daripada konflik, mereka sesungguhnya sedang menegakkan nilai tertinggi dari peradaban manusia: kemampuan untuk hidup berdampingan dalam perbedaan.

 

Dukungan Denmark terhadap rencana otonomi Maroko memperkuat momentum internasional yang mengarah pada stabilitas kawasan Afrika Utara. Langkah ini juga menjadi contoh bagi negara-negara lain bahwa penyelesaian damai atas sengketa wilayah dapat dicapai melalui mekanisme hukum dan diplomasi, bukan melalui kekerasan.

 

 “Kita harus belajar dari Maroko dan Denmark bahwa perdamaian bukanlah hasil dari kekuatan militer, melainkan dari kekuatan moral dan intelektual. Dunia yang damai hanya bisa dibangun oleh bangsa-bangsa yang berani menempatkan keadilan di atas kepentingan sempit,” ujar Wilson Lalengke menutup pernyataannya.

 

Dengan demikian, posisi Denmark dan Maroko bukan hanya langkah diplomatik, tetapi juga simbol kebangkitan nilai-nilai kemanusiaan dalam politik global. Di tengah dunia yang sering terpecah oleh ambisi dan konflik, kerja sama semacam ini menjadi pengingat bahwa peradaban sejati tumbuh dari kemampuan untuk berdialog, menghormati, dan mencari jalan tengah. (TIM/Red)

ShareTweetSendScan

Artikel lainnya

Berita

Bupati Hurmin Harus Bersikap! Plt BPKAD “Lempar Handuk” Soal Aset SRDP Singkut, Padahal Sertifikat BPN Jelas Atas Nama Pemkab Sarolangun

17.10.2026
Berita

Majelis Hakim PN Cibinong Diduga Kuat Berpihak pada Pelaku Mafia Tanah

17.10.2026
Berita

Desak Ketegasan Kejati Jambi: Jangan Tebang Pilih, Kerahkan Intelijen Usut Tuntas Skandal Aset Singkut!

17.10.2026
Berita

Dinamika Pembangunan dan Catatan Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Sarolangun dari Masa ke Masa

17.10.2026
Berita

Kerawanan Karhutla di Pauh Sarolangun: Warga Keluhkan Ketidaksiapan Posko, Kepala BPBD Bungkam Saat Dikonfirmasi

17.10.2026
Berita

Menata Ulang Tata Kelola Peradilan: Memperkuat Peran Komisi Yudisial demi Keadilan Sempurna bagi Rakyat Indonesia

17.10.2026
Next Post

Model Ideal Diplomasi Tetangga: Hubungan Maroko-Spanyol dan Penguatan Stabilitas Geopolitik Global

Heboh Skandal Penipuan Emas Ilegal Rp58,5 Miliar, Perwira Menengah Bareskrim Polri Dilaporkan ke SPKT

Dinilai Lecehkan Tatanan Hukum Indonesia, Wilson Lalengke: Segera Tangkap Mr. Ching, Mafia Tanah Asal Malaysia!

Empat Tersangka Kasus Kematian Brigpol EWS Tempuh Upaya Hukum

M. Umar MY Dituntut Buka-Bukanan: Misteri Anggaran IFPD Rp8,1 Miliar Dinas Pendidikan Jambi Harus Diselesaikan

Discussion about this post

September 2026
SSRKJSM
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« Agu   Okt »
  • Bang Cobra: Oknum ASN Pendukung Romantis Jangan Balas Dendam atas Kekalahan di PSU Gorontalo Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hamzah Sidik Soroti Aleg BK DPRD Gorontalo Utara yang Sebar Isu Mangkir 6 Bulan: “Kalau Tak Bisa Dibuktikan, Itu Hoaks”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Premanisme di Balik Meja Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun: Jurnalis Metro7 Dianiaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi Menggila di Disnakertrans Sarolangun: Ratusan Juta Raib, Bendahara Akui untuk “Kepentingan Pribadi”!  

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guncang Sarolangun “Plt Kasubbag Umum” Gasak Gaji Sejumlah PNS dengan Dalih “Jasa Pengurusan'”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Fikiran Ra’jat

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan

No Result
View All Result
  • Berita
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah