• Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
Fikiran Ra’jat
No Result
View All Result
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional

    Mengkambing-hitamkan Bupati, MPRJ Laporkan Kadis Perkim ke Kejari Muaro Jambi

    SKANDAL “JALAN FIKTIF” RP2,3 MILIAR MUARO JAMBI: KEJARI “MASUK ANGIN”, KARYA GRAHAM HUTAGAOL DINILAI JADI BENTENG PELINDUNG KORUPTOR

    Ketika Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya, Apa Kata Dunia?

    RAKYAT BUKAN BOLA PINGPONG: PELAYANAN DI POLDA LAMPUNG DIPERTANYAKAN

    Somasi Rp100 Juta Salah Sasaran: Wilson Lalengke Desak Polisi Usut Dugaan Pemerasan oleh Advokat Kamal Sugandi

    Enam Tahun Mangkrak dan “Rekap Siluman”, Siapa yang Melindungi Skandal Rp9,8 Miliar PUPR Sarolangun?

    Ke Mana Hasil Sewa Aset SRDP Singkut Disetorkan Pardi Saleh? H. Hendra Bungkam Soal Sewa 10 Tahun!

    Kabid Aset Ikhsan “Kabur” Saat Dikonfirmasi, Plt Kaban BPKAD Maria Susanti Ketahuan “Simpan Rahasia” di Balik Sertifikat No. 8 Pemkab Sarolangun

    Mengupas Jalur PRONA Eks Aset SRDP Singkut, Sertifikat Atas Nama Narimo & Sukardi Beralih ke Asra’i Tepat di Sebelah Aset Pemda

    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional

    Mengkambing-hitamkan Bupati, MPRJ Laporkan Kadis Perkim ke Kejari Muaro Jambi

    SKANDAL “JALAN FIKTIF” RP2,3 MILIAR MUARO JAMBI: KEJARI “MASUK ANGIN”, KARYA GRAHAM HUTAGAOL DINILAI JADI BENTENG PELINDUNG KORUPTOR

    Ketika Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya, Apa Kata Dunia?

    RAKYAT BUKAN BOLA PINGPONG: PELAYANAN DI POLDA LAMPUNG DIPERTANYAKAN

    Somasi Rp100 Juta Salah Sasaran: Wilson Lalengke Desak Polisi Usut Dugaan Pemerasan oleh Advokat Kamal Sugandi

    Enam Tahun Mangkrak dan “Rekap Siluman”, Siapa yang Melindungi Skandal Rp9,8 Miliar PUPR Sarolangun?

    Ke Mana Hasil Sewa Aset SRDP Singkut Disetorkan Pardi Saleh? H. Hendra Bungkam Soal Sewa 10 Tahun!

    Kabid Aset Ikhsan “Kabur” Saat Dikonfirmasi, Plt Kaban BPKAD Maria Susanti Ketahuan “Simpan Rahasia” di Balik Sertifikat No. 8 Pemkab Sarolangun

    Mengupas Jalur PRONA Eks Aset SRDP Singkut, Sertifikat Atas Nama Narimo & Sukardi Beralih ke Asra’i Tepat di Sebelah Aset Pemda

    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
Morning News
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah

Home » UNTUK APA KALIAN HADIR, JIKA RAKYAT TETAP BERJUANG SENDIRIAN?

UNTUK APA KALIAN HADIR, JIKA RAKYAT TETAP BERJUANG SENDIRIAN?

Oleh: Abdul Muthalib, S.H.

by Admin
10.06.2026
in Daerah, Hukrim, Lingkungan, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik, Sejarah
0

Kami Bukan Penumpang Gelap, Kami Pemilik Sah Bangsa Ini

TAJUK REDAKSI

FIKIRANRAJAT.ID Malam ini saya menulis bukan sebagai wartawan.

Bukan sebagai aktivis.

Baca juga

Ke Mana Hasil Sewa Aset SRDP Singkut Disetorkan Pardi Saleh? H. Hendra Bungkam Soal Sewa 10 Tahun!

Kabid Aset Ikhsan “Kabur” Saat Dikonfirmasi, Plt Kaban BPKAD Maria Susanti Ketahuan “Simpan Rahasia” di Balik Sertifikat No. 8 Pemkab Sarolangun

Mengupas Jalur PRONA Eks Aset SRDP Singkut, Sertifikat Atas Nama Narimo & Sukardi Beralih ke Asra’i Tepat di Sebelah Aset Pemda

Bupati Hurmin Harus Bersikap! Plt BPKAD “Lempar Handuk” Soal Aset SRDP Singkut, Padahal Sertifikat BPN Jelas Atas Nama Pemkab Sarolangun

Bukan sebagai pelapor.

Saya menulis sebagai rakyat.

Sebagai seorang anak bangsa yang lahir, tumbuh, dan besar di tanah Jambi. Sebagai seorang wong cilik yang masih percaya bahwa negara seharusnya hadir untuk rakyatnya.

Namun semakin lama saya berjalan, semakin sering satu pertanyaan muncul di dalam hati:

Untuk apa sebenarnya para pemimpin itu hadir?

Untuk apa ada gubernur?

Untuk apa ada kapolda?

Untuk apa ada kajati?

Untuk apa ada bupati, walikota, DPRD, dan seluruh pejabat yang dibiayai oleh uang rakyat?

Pertanyaan ini bukan lahir karena kebencian.

Bukan karena dendam.

Bukan pula karena ambisi.

Pertanyaan ini lahir dari rasa kecewa yang menumpuk selama bertahun-tahun ketika melihat rakyat berjuang sendirian memperjuangkan haknya.

 

Kami melihat jalan rusak.

Kami melihat proyek bermasalah.

Kami melihat hutan dirambah.

Kami melihat dana desa dipersoalkan masyarakat.

Kami melihat dugaan penyimpangan penggunaan uang negara.

Kami melihat antrean panjang BBM subsidi yang seharusnya menjadi hak rakyat kecil.

Dan kami melihat laporan demi laporan masyarakat berjalan tanpa kepastian yang jelas.

 

Ironisnya, yang paling sering terdengar justru pidato keberhasilan, seremoni, baliho, konferensi pers, dan publikasi pencitraan.

 

Sementara rakyat masih bertanya:

Apakah negara benar-benar hadir untuk kami?

Saya berbicara berdasarkan pengalaman.

Bertahun-tahun kami mengumpulkan data.

Mencari dokumen.

Menyusuri lokasi proyek.

Mewawancarai masyarakat.

Mengeluarkan biaya sendiri.

Mengorbankan waktu sendiri.

Bahkan terkadang harus menghadapi tekanan sendiri.

 

Tidak ada uang negara yang kami nikmati.

Tidak ada kendaraan dinas yang kami gunakan.

Tidak ada fasilitas pemerintah yang kami pakai.

 

Tetapi kami tetap berjalan.

Karena kami percaya bahwa uang negara adalah uang rakyat.

Dan rakyat berhak mengawalnya.

Kami melaporkan dugaan penyimpangan proyek.

Kami melaporkan persoalan dana desa.

Kami melaporkan dugaan kerugian negara.

Kami melaporkan persoalan lingkungan hidup.

Kami melaporkan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi yang menurut temuan investigasi kami melibatkan armada angkutan sawit dalam jumlah sangat besar.

 

Akibatnya siapa yang dirugikan?

Bukan pengusaha besar.

Yang dirugikan adalah rakyat kecil.

Yang dirugikan adalah petani.

Yang dirugikan adalah nelayan.

Yang dirugikan adalah sopir kecil.

Yang dirugikan adalah masyarakat yang seharusnya menikmati subsidi negara.

 

Laporan telah disampaikan.

Data telah diberikan.

Keterangan telah diminta.

Bahkan pelapor telah diperiksa.

Namun hingga hari ini masyarakat masih bertanya tentang kepastian tindak lanjutnya.

Dan itu bukan satu-satunya laporan.

Masih ada laporan proyek.

Masih ada laporan dana desa.

Masih ada laporan perambahan hutan.

Masih ada laporan penggunaan uang negara.

Masih ada laporan yang hingga hari ini belum memberikan jawaban yang memuaskan bagi masyarakat.

 

Karena itulah saya kembali bertanya.

Untuk apa kekuasaan itu diberikan?

Apakah hanya untuk menghadiri seremoni?

Apakah hanya untuk memotong pita?

Apakah hanya untuk menyampaikan pidato?

Apakah hanya untuk mempertahankan jabatan?

Ataukah untuk memastikan rakyat memperoleh keadilan dan perlindungan yang menjadi haknya?

 

Bung Karno pernah berkata:

“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.”

 

Kalimat itu sederhana.

Namun sangat dalam.

Karena sejarah selalu mencatat.

 

Sejarah mencatat siapa yang menggunakan kekuasaan untuk melayani rakyat.

Dan sejarah juga mencatat siapa yang menikmati kekuasaan tetapi lupa kepada rakyat.

 

Hari ini saya tidak sedang menuduh siapa pun.

Saya tidak sedang menghakimi siapa pun.

Saya hanya ingin mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah.

Kekuasaan adalah titipan.

Dan setiap titipan kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Bukan hanya di hadapan hukum.

Tetapi juga di hadapan sejarah.

Dan lebih dari itu, di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

 

Filsuf Yunani Aristoteles pernah mengingatkan bahwa tujuan negara adalah menghadirkan kebaikan bagi warganya.

Artinya, keberadaan pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh institusi negara bukan untuk dirinya sendiri.

 

Mereka hadir untuk rakyat.

Mereka ada karena rakyat.

Mereka dibiayai oleh rakyat.

Dan mereka akan dinilai oleh rakyat.

 

Yang paling menyakitkan bukanlah ketika rakyat kalah.

Yang paling menyakitkan adalah ketika rakyat merasa berjalan sendirian.

 

Mencari data sendiri.

Mengumpulkan dokumen sendiri.

Mengeluarkan biaya sendiri.

Memperjuangkan haknya sendiri.

 

Sementara mereka yang diberi amanah justru terlihat lebih sibuk menjaga citra daripada menjaga kepercayaan.

 

Padahal bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang menghormati para pahlawannya.

 

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai rakyatnya yang masih peduli.

 

Karena negeri ini tidak akan hancur ketika koruptor bertambah banyak.

 

Negeri ini akan hancur ketika orang-orang baik mulai lelah untuk peduli.

 

Saya hanyalah Abdul Muthalib.

 

Seorang wong cilik dari Jambi.

 

Mungkin suara saya kecil.

 

Mungkin tulisan ini tidak akan mengubah apa pun.

Namun saya ingin anak-anak dan cucu-cucu saya kelak mengetahui satu hal.

 

Bahwa ketika saya melihat sesuatu yang menurut hati nurani perlu diperjuangkan, saya tidak memilih diam.

Bahwa ketika saya melihat hak rakyat dipertanyakan, saya berusaha mengawalnya.

Bahwa ketika banyak orang memilih diam, saya mencoba tetap bersuara.

 

Karena saya percaya manusia tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas hasil yang tidak mampu ia capai.

 

Tetapi manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas kebenaran yang ia ketahui namun sengaja ia diamkan.

 

Maka kepada seluruh pemegang kekuasaan di Provinsi Jambi, izinkan seorang rakyat kecil bertanya:

 

Sudahkah kehadiran kalian benar-benar bermanfaat bagi rakyat?

Sudahkah jabatan yang kalian emban menghadirkan keadilan bagi mereka yang lemah?

Sudahkah rakyat merasakan perlindungan yang seharusnya diberikan negara?

 

Jika jawabannya belum, maka masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan.

Sebab kami bukan penumpang gelap.

Kami bukan tamu di negeri ini.

Kami bukan pengganggu yang harus disingkirkan.

Kami adalah pemilik sah bangsa ini.

 

Dan selama Tuhan masih memberikan kami napas, kami akan terus menjaga negeri ini dengan cara yang kami mampu.

 

Meski harus berjalan sendiri.

Meski harus menahan kecewa.

 

Meski harus menunggu keadilan yang entah kapan datangnya.

Karena kami percaya, pada akhirnya bukan jabatan yang akan dikenang sejarah.

Melainkan manfaat yang ditinggalkan bagi rakyat.

 

✒️FIKIRANRAJAT.ID

“Suara yang tidak dibeli, nurani yang tidak disewakan.”

Tags: Abdul Muthalib.S.hAkuntabilitasDaerahdemokrasiFikiranRajat.idGubernur jambiHak RakyatKapolda JambiKeadilan Sosialkejati jambiKontrol SosialKorupsimasyarakatPelayanan PublikPemerintahPenegakan HukumPengawasanPeran SertaPROVINSI JAMBIPublikRakyat JambiSuara rakyatTajuk RedaksiTransparansi
ShareTweetSendScan

Artikel lainnya

Berita

Mengkambing-hitamkan Bupati, MPRJ Laporkan Kadis Perkim ke Kejari Muaro Jambi

26.10.2026
Berita

SKANDAL “JALAN FIKTIF” RP2,3 MILIAR MUARO JAMBI: KEJARI “MASUK ANGIN”, KARYA GRAHAM HUTAGAOL DINILAI JADI BENTENG PELINDUNG KORUPTOR

26.10.2026
Berita

Ketika Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya, Apa Kata Dunia?

26.10.2026
Berita

RAKYAT BUKAN BOLA PINGPONG: PELAYANAN DI POLDA LAMPUNG DIPERTANYAKAN

26.10.2026
Berita

Somasi Rp100 Juta Salah Sasaran: Wilson Lalengke Desak Polisi Usut Dugaan Pemerasan oleh Advokat Kamal Sugandi

26.10.2026
Berita

Enam Tahun Mangkrak dan “Rekap Siluman”, Siapa yang Melindungi Skandal Rp9,8 Miliar PUPR Sarolangun?

24.10.2026
Next Post

RAKYAT BUTUH BUKTI, BUKAN JANJI: ABDUL MUTHALIB TAGIH KEBERANIAN KEJATI JAMBI

ABDUL MUTHALIB, S.H. TAGIH KEPASTIAN HUKUM: JANGAN BIARKAN LAPORAN RAKYAT MATI DI MEJA BIROKRASI

Kebebasan Pers di Kuningan Terancam, PPWI Soroti Sikap Reaktif Oknum LMPI dalam Skandal SMPN 2 Sindangagung

Amanat Penderitaan Rakyat Nasionalisme yang Tergadai

Penyidik Turun ke Simpang Wong Kito, Paket 276 Meter Tayang Selesai, Fisiknya Tak Ditemukan

Discussion about this post

Juni 2026
SSRKJSM
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930 
« Mei   Jul »
  • Bang Cobra: Oknum ASN Pendukung Romantis Jangan Balas Dendam atas Kekalahan di PSU Gorontalo Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hamzah Sidik Soroti Aleg BK DPRD Gorontalo Utara yang Sebar Isu Mangkir 6 Bulan: “Kalau Tak Bisa Dibuktikan, Itu Hoaks”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Premanisme di Balik Meja Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun: Jurnalis Metro7 Dianiaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi Menggila di Disnakertrans Sarolangun: Ratusan Juta Raib, Bendahara Akui untuk “Kepentingan Pribadi”!  

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guncang Sarolangun “Plt Kasubbag Umum” Gasak Gaji Sejumlah PNS dengan Dalih “Jasa Pengurusan'”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Fikiran Ra’jat

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan

No Result
View All Result
  • Berita
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah