JAMBI – Kasus yang menyeret oknum dosen sekaligus pejabat kampus berinisial DK tidak lagi sekadar isu moral pribadi. Seiring munculnya berbagai keterangan, perkara ini mulai membuka lapisan lain: dugaan persoalan uang, kronologi pengejaran, hingga munculnya sosok yang mengaku sebagai anggota TNI.
Di tengah klarifikasi yang telah disampaikan pihak DK, versi berbeda justru diungkap oleh saksi yang dikenal sebagai Wak Jenggot (WJ). Kepada FikiranRajat.id, WJ memaparkan rangkaian peristiwa yang menurutnya menjadi latar belakang kejadian penggerebekan di kawasan Telanaipura.
Awal Mula: Dugaan Uang dan Janji Proyek
Menurut WJ, persoalan bermula dari hubungan antara DK dan Rahmad, seorang rekan bisnisnya. Rahmad disebut telah menyerahkan sejumlah uang kepada DK dengan harapan mendapatkan pekerjaan proyek di lingkungan kampus.
Namun, proyek yang dijanjikan itu tidak pernah terealisasi.
“Yang jadi masalah bukan hanya uangnya, tapi janji yang tidak jelas. Sudah dicari berkali-kali, tapi sulit ditemui,” ungkap WJ.
Rahmad sendiri, saat dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut dana yang diberikan merupakan milik istrinya dan hingga kini belum kembali.
Pertemuan Tak Sengaja di Mayang
Peristiwa kemudian berkembang pada Jumat sore (1/5/2026). Istri Rahmad secara tidak sengaja melihat DK bersama seorang wanita muda di sebuah toko kosmetik di kawasan Mayang, Kota Jambi.
Informasi itu langsung disampaikan kepada Rahmad, yang kemudian menghubungi WJ. Mereka mendatangi lokasi dengan tujuan bertemu dan menyelesaikan persoalan secara baik-baik.
Namun, menurut WJ, DK justru meninggalkan lokasi dengan cepat.
“Dia pergi duluan, wanita yang bersamanya ditinggalkan,” kata WJ.
Munculnya Sosok Mengaku TNI
Situasi menjadi lebih kompleks ketika muncul seorang pria yang mengaku sebagai anggota TNI dan menyatakan memiliki hubungan keluarga dengan DK.
Pernyataan ini sempat memicu ketegangan di lokasi. Namun WJ membantah keras narasi yang menyebut pihaknya melakukan penahanan terhadap wanita tersebut.
“Tidak ada penahanan. Itu keliru. Faktanya wanita itu memang ditinggalkan,” tegasnya.
Keberadaan sosok yang mengaku TNI ini kini menjadi salah satu titik penting yang menimbulkan tanda tanya publik.
Pengejaran Hingga Penggerebekan
Setelah kejadian di Mayang, WJ bersama Rahmad dan pihak keluarga terus mengikuti pergerakan DK hingga malam hari. Jejak tersebut mengarah ke sebuah homestay di kawasan Telanaipura.
Di lokasi inilah penggerebekan terjadi. Warga, pihak keluarga, dan disebut juga aparat kepolisian hadir saat peristiwa berlangsung.
DK disebut ditemukan di dalam kamar bersama seorang wanita.
Beberapa rekaman yang beredar memperlihatkan situasi di dalam ruangan tersebut. Hal ini menjadi perhatian karena dinilai tidak sejalan dengan klarifikasi DK yang menyebut dirinya tidak berdua.
“Kalau melihat langsung di lapangan, publik bisa menilai sendiri,” ujar WJ.
Dugaan Ancaman dan Rekaman
Tidak hanya itu, WJ juga membantah tudingan bahwa dirinya melakukan ancaman terhadap DK. Ia justru mengklaim memiliki rekaman yang menunjukkan adanya ucapan bernada ancaman dari pihak DK terlebih dahulu.
“Rekaman itu ada,” katanya singkat.
Jaminan Mobil dan Uang yang Dipersoalkan
Dalam perkembangan lain, Rahmad menyebut sempat ada penyerahan satu unit mobil sebagai jaminan dari DK saat berada di Polsek Telanaipura.
Namun, ia menegaskan tidak menginginkan kendaraan tersebut.
“Saya tidak butuh mobil. Saya hanya minta uang yang sudah diambil dikembalikan,” ujarnya.
Duel Narasi dan Pertanyaan Publik
Kasus ini kini berkembang menjadi “duel narasi” antara klarifikasi DK dan keterangan saksi di lapangan.
Beberapa pertanyaan yang mengemuka di publik antara lain:
▪️Mengapa terjadi perbedaan signifikan antara klarifikasi dan fakta di lapangan?
▪️Siapa sosok yang mengaku sebagai anggota TNI tersebut?
▪️Apakah ada unsur lain di luar persoalan moral yang belum terungkap?
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi yang komprehensif dari aparat penegak hukum terkait keseluruhan rangkaian peristiwa tersebut.
FikiranRajat.id masih berupaya mengonfirmasi berbagai pihak, termasuk DK dan aparat terkait, guna mendapatkan gambaran utuh dan berimbang.























Discussion about this post