JAMBI, FIKIRANRAJAT.ID – Proyek pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu Poltekkes Kemenkes Jambi yang telah menyerap anggaran negara puluhan miliar rupiah sejak 2022 hingga kini belum juga dapat dimanfaatkan.
Berdasarkan penelusuran data dan informasi lapangan, bangunan tersebut belum dapat digunakan sama sekali karena pekerjaan konstruksi belum selesai sepenuhnya, meskipun proyek telah berjalan selama beberapa tahun anggaran.
ANGGARAN BESAR, HASIL BELUM TERLIHAT
Data yang dihimpun menunjukkan besaran anggaran yang telah digelontorkan:
▪️2022: Rp 57.757.990.000
▪️2023: Rp 29.346.783.000
▪️2024: Rp 1.600.000.000 (jasa konsultansi)
▪️2025: Tidak ada kegiatan
▪️2026: Belum ada kejelasan lanjutan
Total anggaran mencapai sekitar Rp 88,7 miliar
Namun hingga saat ini, bangunan tersebut belum dapat difungsikan sama sekali.
PROYEK BELUM SELESAI, SEMPAT TERHENTI
Fakta di lapangan menunjukkan:
▪️pekerjaan fisik belum rampung
▪️bangunan belum siap digunakan
▪️proyek tidak berlanjut pada tahun 2025
Kondisi ini memperlihatkan adanya keterlambatan serius dalam pelaksanaan proyek multi-tahun tersebut.
POLEMIK PENGADAAN 2024
Sorotan muncul pada Tahun Anggaran 2024:
▪️Dalam RUP tercatat sebagai pembangunan gedung
▪️Namun tidak ditemukan tender pekerjaan fisik melalui LPSE
▪️Yang ditayangkan hanya paket jasa konsultan pengawasan
Sementara itu, pekerjaan fisik diduga dilakukan melalui mekanisme e-catalog/e-purchasing, bukan tender terbuka.
INDIKASI KONTRAKTOR BERULANG
Informasi yang dihimpun menyebutkan:
pekerjaan fisik tahun 2024 diduga tetap dikerjakan oleh kontraktor pemenang tahun sebelumnya (2022/2023)
Jika benar, kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait:
▪️transparansi pengadaan
▪️persaingan usaha yang sehat
▪️serta akuntabilitas pemilihan penyedia
PIHAK POLTEKKES: TERKENDALA ANGGARAN
Saat dikonfirmasi, pihak Poltekkes Kemenkes Jambi menyampaikan bahwa keterlambatan disebabkan oleh kondisi keuangan negara.
Selain itu:
▪️tahun 2025 tidak terdapat kegiatan lanjutan
▪️penyelesaian proyek ditargetkan pada tahun 2026
Namun demikian, penjelasan tersebut belum menjawab secara rinci:
siapa pelaksana fisik tahun 2024
bagaimana proses pemilihannya
serta alasan pekerjaan tidak selesai dalam satu tahun anggaran
PERTANYAAN PUBLIK MENGUAT
Kondisi ini memunculkan sejumlah pertanyaan penting:
▪️Mengapa proyek multi-tahun tidak tuntas hingga kini?
▪️Mengapa bangunan belum bisa digunakan meski anggaran besar telah terserap?
▪️Mengapa pekerjaan fisik 2024 tidak melalui tender terbuka?
▪️Siapa yang bertanggung jawab atas keterlambatan ini?
Jika proyek bernilai puluhan miliar ini benar belum dapat digunakan sama sekali akibat pekerjaan yang belum selesai, maka hal tersebut menjadi indikator penting perlunya evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan sistem pengadaan proyek.
FikiranRajat.id akan terus menelusuri dan mengawal perkembangan kasus ini.























Discussion about this post