JAMBI – Sikap diam ditunjukkan pihak PTPN IV Regional 4 Jambi terkait sejumlah pertanyaan publik mengenai penggunaan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR), perbaikan jalan operasional perusahaan, hingga persoalan hak plasma masyarakat.
Redaksi FikiranRajat.id sebelumnya telah mengirimkan surat konfirmasi resmi kepada penanggung jawab TJSL/CSR PTPN IV Regional 4 Jambi, Marfin, menyusul terbitnya pemberitaan berjudul “TJSL Dijadikan Tameng? PPWI Bongkar Dugaan PTPN IV Nikmati Jalan Desa, Hak Plasma Warga 30 Tahun Terabaikan.”
Dalam surat konfirmasi tersebut, redaksi mempertanyakan sejumlah hal penting, mulai dari:
▪️penggunaan dana TJSL untuk perbaikan jalan desa,
▪️dugaan ketergantungan operasional perusahaan terhadap jalan masyarakat,
▪️anggaran maintenance jalan angkutan TBS,
▪️hingga realisasi kewajiban plasma masyarakat sebesar 20 persen.
Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak penanggung jawab TJSL PTPN IV Regional 4 Jambi belum memberikan tanggapan ataupun jawaban resmi atas konfirmasi yang telah dikirimkan.
Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Jambi, Abdul Muthalib, SH, menilai sikap bungkam tersebut justru memperkuat keresahan masyarakat terkait transparansi penggunaan dana sosial perusahaan.
“Kalau perusahaan merasa tidak ada masalah, seharusnya berani memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik. Jangan diam ketika masyarakat mempertanyakan hak mereka,” tegas Abdul Muthalib.
Menurutnya, program TJSL seharusnya tidak dijadikan sekadar alat pencitraan perusahaan, melainkan benar-benar memberi dampak terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional.
PPWI Jambi juga menyoroti kondisi jalan desa yang disebut mengalami kerusakan akibat aktivitas armada pengangkut sawit bertonase besar milik perusahaan.
Di sisi lain, masyarakat disebut masih mempertanyakan realisasi hak plasma yang dinilai belum jelas selama puluhan tahun.
“Masyarakat tidak hanya butuh bantuan seremonial. Yang mereka harapkan adalah kepastian hak, perbaikan lingkungan, dan tanggung jawab nyata perusahaan terhadap dampak operasionalnya,” katanya.
Selain persoalan jalan dan plasma, PPWI juga meminta pemerintah daerah serta pihak terkait mengevaluasi secara menyeluruh penggunaan dana TJSL perusahaan agar benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat.
Hingga kini, publik masih menunggu penjelasan resmi PTPN IV Regional 4 Jambi terkait berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.
Redaksi :
🪶 http://fikiranrajat.id























Discussion about this post