JAMBI, FikiranRajat.id — Babak baru investigasi dugaan persekongkolan jahat pada proyek strategis Pembangunan Rumah Khusus Masyarakat Terdampak Relokasi Program Pemerintah di Kelurahan Rengas Condong, Kabupaten Batang Hari (Pagu Anggaran ±Rp15,19 Miliar) kembali menemukan bukti digital yang mencengangkan.
Berdasarkan rekam jejak histori tahapan tender di portal LPSE, Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan Jambi III UKPBJ-PKP Tahun 2026 terdeteksi melakukan perubahan jadwal (reschedule) secara berulang-ulang dan tidak wajar pada fase-fase penentuan akhir. Praktik ini diduga kuat menjadi modus operandi “ulur waktu” untuk memuluskan rekayasa evaluasi pemenang tender.
1. Rapor Merah LPSE: Rekayasa Jadwal hingga Belasan Kali di Ujung Tender
Berdasarkan data histori tahapan tender kode 10144365000, proses lelang yang seharusnya berjalan transparan dan akuntabel justru diwarnai anomali perubahan waktu yang masif:
▪️ Pembuktian Kualifikasi: Mengalami 9 kali perubahan jadwal.
▪️ Penetapan Pemenang: Diundur dan diubah hingga 11 kali perubahan.
▪️ Pengumuman Pemenang: Mencapai rekor tertinggi dengan 12 kali perubahan jadwal.
Dalam dunia pengadaan barang dan jasa pemerintah, pengunduran jadwal secara berulang kali hingga belasan kali pada tahap penetapan dan pengumuman pemenang merupakan indikasi kuat adanya tarik-menarik kepentingan, intervensi eksternal, atau proses “pematangan” administrasi fiktif untuk melegitimasi keputusan yang cacat hukum.
2. Alibi Gugurnya CV. Barometer Indo Perkasa di Tengah Jalan
Lonjakan perubahan jadwal yang drastis ini bertepatan dengan detik-detik di mana CV. Barometer Indo Perkasa—yang secara regulasi dan fakta pembuktian kualifikasi telah memenuhi syarat mutlak memiliki 1 pengalaman sebidang tanpa batasan minimal nilai rupiah—mendadak dianulir.
Ketika Pokja kesulitan mencari celah hukum untuk menjatuhkan peserta yang sebenarnya sudah sah memenuhi syarat, di sinilah waktu lelang diulur-ulur melalui perubahan jadwal berulang kali. Tujuannya disinyalir untuk merumuskan alasan atau argumen penolakan yang tampak sah secara administratif guna mendepak CV. Barometer Indo Perkasa, sekaligus membuka jalan bagi PT Mega Pilar Utama yang notabene spesialis interior untuk melenggang mulus.
3. Pihak Pemenang Bungkam, Publik Desak Audit Forensik Sistem LPSE
Upaya konfirmasi yang dilayangkan oleh Redaksi FikiranRajat.id kepada Direktur PT Mega Pilar Utama, Novrialdi alias Aldi Boy, terkait kejanggalan proses tender ini kembali menemui jalan buntu akibat sikap bungkam yang bersangkutan.
Kendati demikian, jejak digital histori perubahan jadwal di portal LPSE dan bukti percakapan (chat) pengondisian agar pesaing tidak hadir telah menjadi bukti permulaan yang sangat cukup bagi aparat penegak hukum untuk masuk melakukan audit forensik digital.
Desakan Lanjutan
Melihat masifnya manipulasi jadwal dan cacat prosedural yang terjadi, FikiranRajat.id mendesak:
✒️ Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP RI) untuk segera mengaudit server dan log aktivitas perubahan jadwal pada LPSE paket proyek Rumah Khusus Batang Hari tersebut.
✒️ Aparat Penegak Hukum (Kejaksaan/Polda) untuk memeriksa seluruh anggota Pokja Pemilihan Jambi III UKPBJ-PKP atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan permufakatan jahat dalam pengadaan barang dan jasa.
Tim Investigasi FikiranRajat.id akan terus menguliti lembar demi lembar borok pengadaan proyek berbilang miliar rupiah ini sampai tuntas.
Pewarta : Abdul MTB
Redaksi : 🪶 http://fikiranrajat.id























Discussion about this post