• Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
Fikiran Ra’jat
No Result
View All Result
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional

    Cium Dugaan Abuse of Power dan Keputusan Janggal, MA dan KY Didesak Turun Tangan Periksa Hakim PN Jambi

    DOKUMEN RESMI DINSOS KOTA JAMBI AKUI BANSOS TAK TEPAT SASARAN, REALISASI 99,29 PERSEN DAN DUA PAKET Rp1,86 MILIAR DISOROT

    KABUT DATA BANSOS KOTA JAMBI: 10.481 KPM “TERSERET” ISU JUDI ONLINE, DINSOS DIDESAK BUKA TRANSPARANSI ANGGARAN 2025–2026

    Wapres Hanya Lulusan SMP, Wilson Lalengke: Wajar, Ini Cerminan Rata-rata IQ Manusia Indonesia

    HMI Kolaka Soroti Dugaan Legalitas Angkutan Ore Nikel dan Afiliasi Perusahaan di Tersus PT AMI

    POLRI BISA BERGANTI, KAPOLDA BISA BERGANTI, TETAPI KEPASTIAN HUKUM TAK BOLEH IKUT BERGANTI

    SP2HP TERBARU POLDA JAMBI: CCTV SPBU JADI UJIAN TRANSPARANSI, KASUS SOLAR SUBSIDI PT EWF MENUJU GELAR PERKARA

    Identitas Dipakai, Cicilan Membebani: Ahmad LSM Progress Desak Polres Palopo Usut Dugaan Kasus Sahrul

    Diduga Belum Terverifikasi di SPIONAM, Aktivitas Angkut Ore Nikel di Jetty PT AMI Disorot HMI Kolaka

    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional

    Cium Dugaan Abuse of Power dan Keputusan Janggal, MA dan KY Didesak Turun Tangan Periksa Hakim PN Jambi

    DOKUMEN RESMI DINSOS KOTA JAMBI AKUI BANSOS TAK TEPAT SASARAN, REALISASI 99,29 PERSEN DAN DUA PAKET Rp1,86 MILIAR DISOROT

    KABUT DATA BANSOS KOTA JAMBI: 10.481 KPM “TERSERET” ISU JUDI ONLINE, DINSOS DIDESAK BUKA TRANSPARANSI ANGGARAN 2025–2026

    Wapres Hanya Lulusan SMP, Wilson Lalengke: Wajar, Ini Cerminan Rata-rata IQ Manusia Indonesia

    HMI Kolaka Soroti Dugaan Legalitas Angkutan Ore Nikel dan Afiliasi Perusahaan di Tersus PT AMI

    POLRI BISA BERGANTI, KAPOLDA BISA BERGANTI, TETAPI KEPASTIAN HUKUM TAK BOLEH IKUT BERGANTI

    SP2HP TERBARU POLDA JAMBI: CCTV SPBU JADI UJIAN TRANSPARANSI, KASUS SOLAR SUBSIDI PT EWF MENUJU GELAR PERKARA

    Identitas Dipakai, Cicilan Membebani: Ahmad LSM Progress Desak Polres Palopo Usut Dugaan Kasus Sahrul

    Diduga Belum Terverifikasi di SPIONAM, Aktivitas Angkut Ore Nikel di Jetty PT AMI Disorot HMI Kolaka

    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
Morning News
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah

Home » Revitalisasi Danau Kenali Rp20 Miliar Dipertanyakan: Petani Kerambah Mengeluh, Kepala BWSS VI Jambi Diminta Bertanggung Jawab

Revitalisasi Danau Kenali Rp20 Miliar Dipertanyakan: Petani Kerambah Mengeluh, Kepala BWSS VI Jambi Diminta Bertanggung Jawab

by Admin
23.05.2026
in Daerah, Hukrim, Lingkungan, Nasional
0

JAMBI – Proyek revitalisasi Danau Kenali senilai lebih dari Rp20 miliar yang dibiayai melalui APBN kini menuai sorotan tajam publik. Program yang semestinya menjadi solusi penyelamatan lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir danau justru dinilai gagal menghadirkan manfaat nyata bagi warga yang menggantungkan hidup dari Danau Kenali.

 

Baca juga

MAKLUMAT PELAYANAN DIINJAK-INJAK: Ketika Ilmu dan Jabatan Kehilangan Moral, PPK Satker P2JK Jambi Mengamuk dan Tebar Ancaman

PPK Satker P2JK Jambi Coreng Pelayanan Publik: Dihadapan Kepala Satker, Lontarkan Ancaman Blacklist, Undangan Tanpa Tanda Tangan, Kontrak Rp4,9 Miliar Gagal Total

SKANDAL BTM TAQWA SINGKUT: KREDIT FIKTIF, SERTIFIKAT WARGA DISANDERA, HINGGA ALIRAN DANA JUMAWAT KE DPO

MISTERI ASET PASAR TERNAK PELAWAN: LEBIH DARI SATU DEKADE MATI SURI, KINI STATUS LAHAN DIPERTANYAKAN

Sorotan itu kini mengarah langsung kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi sebagai pelaksana proyek, termasuk tanggung jawab pejabat lama maupun kepala balai baru yang melanjutkan estafet kepemimpinan.

 

Di lapangan, kondisi Danau Kenali masih memperlihatkan sedimentasi, pendangkalan, air keruh, hingga menyempitnya alur perairan. Ironisnya, para petani kerambah yang selama ini bergantung pada danau justru mengaku semakin kesulitan pasca proyek revitalisasi dilakukan.

“Tujuan revitalisasi itu seharusnya memperbaiki danau dan membantu ekonomi masyarakat. Tapi sekarang yang dirasakan warga malah semakin sulit,” ungkap salah seorang warga sekitar danau kepada wartawan.

 

Petani Kerambah Mengeluh

 

Keluhan paling banyak datang dari masyarakat petani kerambah ikan yang selama bertahun-tahun menggantungkan mata pencaharian di kawasan Danau Kenali.

 

Menurut warga, sedimentasi dan pendangkalan yang masih terjadi membuat:

 

▪️sirkulasi air memburuk,

▪️area perairan menyempit,

▪️kualitas air menurun,

▪️dan aktivitas budidaya ikan terganggu.

 

Beberapa warga bahkan menilai kondisi danau saat ini tidak jauh berbeda dibanding sebelum revitalisasi dilakukan.

 

Padahal proyek tersebut menghabiskan anggaran negara dalam jumlah sangat besar.

 

“Kalau hasilnya danau masih dangkal dan masyarakat masih susah, lalu manfaat Rp20 miliar itu apa?” ujar seorang warga dengan nada kecewa.

Dugaan Rekayasa Ganti Rugi Rumbon

 

Persoalan lain yang mulai menjadi perhatian serius adalah dugaan permainan dalam proses ganti rugi rumbon atau kerambah warga.

 

Ketua RT 01 Teluk Kenali, memberikan penjelasan bahwa terdapat dugaan penggelembungan jumlah objek ganti rugi.

 

“Yang punya lima disebut sepuluh, yang punya sepuluh disebut lima belas,” ungkap ketua RT yang mengetahui proses pendataan.

 

Pernyataan tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut penggunaan uang negara dalam proses kompensasi masyarakat terdampak proyek.

 

Publik kini mempertanyakan:

▪️bagaimana mekanisme pendataan dilakukan,

▪️siapa yang melakukan verifikasi,

▪️dan apakah jumlah ganti rugi benar-benar sesuai kondisi riil di lapangan.

 

Pengawasan Rp1,5 Miliar Jadi Sorotan

 

Investigasi juga menemukan bahwa anggaran pengawasan proyek mencapai sekitar Rp1,5 miliar dalam dua tahap pekerjaan.

 

Tahap pertama:

▪️nilai proyek Rp6,25 miliar,

▪️pengawasan Rp750 juta.

 

Tahap kedua:

▪️nilai proyek Rp14 miliar,

▪️pengawasan tetap Rp750 juta.

 

Kesamaan nilai pengawasan itu memunculkan tanda tanya besar di tengah kondisi proyek yang masih menuai keluhan masyarakat.

 

Publik mempertanyakan:

▪️bagaimana kualitas pengawasan dilakukan,

▪️apa hasil konkret supervisi,

▪️dan mengapa kondisi lapangan masih dipersoalkan warga.

 

Tender Proyek Sempat Gagal

Dokumen pengadaan juga menunjukkan proyek revitalisasi tahap kedua sempat mengalami tender ulang karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.

 

Padahal jumlah peserta tender mencapai ratusan perusahaan.

 

Fakta itu memperkuat desakan agar seluruh proses revitalisasi Danau Kenali diaudit secara menyeluruh, baik dari sisi:

▪️administrasi,

▪️teknis pekerjaan,

▪️pengawasan,

▪️hingga manfaat proyek terhadap masyarakat.

 

Kepala Balai Tidak Bisa Lepas Tangan

Publik kini menilai pergantian kepala balai bukan alasan untuk menghilangkan tanggung jawab atas proyek revitalisasi Danau Kenali.

 

Pejabat lama tetap dinilai bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek pada masanya, sementara kepala balai baru memiliki tanggung jawab memastikan dampak proyek benar-benar dirasakan masyarakat.

 

Apalagi hingga kini berbagai persoalan masih muncul:

▪️pendangkalan,

▪️sedimentasi,

▪️dugaan masalah ganti rugi,

▪️hingga keluhan petani kerambah.

 

“Jabatan boleh berganti, tapi tanggung jawab terhadap uang negara dan nasib masyarakat tidak bisa ikut hilang,” tegas seorang pemerhati kebijakan publik di Jambi.

 

Pertanyaan Besar Publik

 

Kini muncul satu pertanyaan besar di tengah masyarakat:

Jika revitalisasi sudah menghabiskan lebih dari Rp20 miliar, mengapa masyarakat sekitar danau justru merasa kondisi mereka semakin sulit?

Pertanyaan itu menjadi pekerjaan rumah besar bagi BWSS VI Jambi untuk menjelaskan kepada publik secara terbuka:

▪️apa capaian nyata revitalisasi,

▪️bagaimana dampak ekonominya,

▪️dan sejauh mana manfaat proyek benar-benar dirasakan masyarakat.

Sebab bagi warga Danau Kenali, revitalisasi bukan sekadar laporan administrasi atau foto dokumentasi proyek.

Yang dibutuhkan masyarakat adalah:

▪️danau yang kembali hidup,

▪️air yang membaik,

▪️sedimentasi berkurang,

▪️dan ekonomi warga yang benar-benar terbantu.

Redaksi Fikiranrajat.id dengan fungsi kontrol sosial sebagai penyambung  lidah masyarakat khususnya masyarakat terdampak, masyarakat provinsi jambi pada umumnya mendesak aparat penegak hukum [APH] melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap Pengguna anggaran PA,PPTK,PPK,Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan Kontraktor pelaksana agar dapat bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut demi  kemenfaatan anggaran yang telah digelontorkan oleh pemerintah pusat yang bersumber dari APBN Tahap I tahun 2023 dan Tahap II 2024

Redaksi 23526

🪶 http://fikiranrajat.id

Tags: #BWSSVIJambi#DanauKenali#Investigasi#PetaniKerambah#ProyekDanauKenali#RevitalisasiDanauKenali#SedimentasiApbnfikiranrajatJambi
ShareTweetSendScan

Artikel lainnya

Berita

Cium Dugaan Abuse of Power dan Keputusan Janggal, MA dan KY Didesak Turun Tangan Periksa Hakim PN Jambi

10.10.2026
Berita

DOKUMEN RESMI DINSOS KOTA JAMBI AKUI BANSOS TAK TEPAT SASARAN, REALISASI 99,29 PERSEN DAN DUA PAKET Rp1,86 MILIAR DISOROT

10.10.2026
Berita

KABUT DATA BANSOS KOTA JAMBI: 10.481 KPM “TERSERET” ISU JUDI ONLINE, DINSOS DIDESAK BUKA TRANSPARANSI ANGGARAN 2025–2026

10.10.2026
Berita

Wapres Hanya Lulusan SMP, Wilson Lalengke: Wajar, Ini Cerminan Rata-rata IQ Manusia Indonesia

08.10.2026
Berita

HMI Kolaka Soroti Dugaan Legalitas Angkutan Ore Nikel dan Afiliasi Perusahaan di Tersus PT AMI

06.10.2026
Berita

POLRI BISA BERGANTI, KAPOLDA BISA BERGANTI, TETAPI KEPASTIAN HUKUM TAK BOLEH IKUT BERGANTI

05.10.2026
Next Post

Rektor Unja Dr. Helmi, MD Harus Segera Bertanggung Jawab: Gedung Kuliah FKIK Rp3,9 Miliar Diduga Mangkrak, Hak Mahasiswa Terabaikan

Guru Besar Hukum dan Gedung Mangkrak: Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan di Proyek Rp3,9 Miliar FKIK Unja

“BAN HIJAU” DAN JEJAK KAYU HUTAN Di Balik Proyek Michelin di Bukit Tigapuluh, Publik Pertanyakan Ke Mana Kayu Mengalir

Pantai Gading Tegaskan Dukungan atas Kedaulatan Maroko di Wilayah Sahara

Hibah untuk Aparat, Hukum untuk Rakyat? Potret Relasi Kekuasaan yang Mengusik Nurani di Jambi

Discussion about this post

Mei 2026
SSRKJSM
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr   Jun »
  • Bang Cobra: Oknum ASN Pendukung Romantis Jangan Balas Dendam atas Kekalahan di PSU Gorontalo Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hamzah Sidik Soroti Aleg BK DPRD Gorontalo Utara yang Sebar Isu Mangkir 6 Bulan: “Kalau Tak Bisa Dibuktikan, Itu Hoaks”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Premanisme di Balik Meja Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun: Jurnalis Metro7 Dianiaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi Menggila di Disnakertrans Sarolangun: Ratusan Juta Raib, Bendahara Akui untuk “Kepentingan Pribadi”!  

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guncang Sarolangun “Plt Kasubbag Umum” Gasak Gaji Sejumlah PNS dengan Dalih “Jasa Pengurusan'”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Fikiran Ra’jat

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan

No Result
View All Result
  • Berita
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah